SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Sebanyak 20 orang sub penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah di Kabupaten Rote Ndao menyatakan keberatan atas pemangkasan kuota distribusi yang diduga dilakukan oleh pemilik Toko Piet
Keberatan tersebut disampaikan ketua DPC Partai Hanura Rote Ndao Yandri Nunuhitu alias Adi Nunuhitu sebagai salah satu sub penyalur resmi minyak tanah pada Minggu (25/1/2026)
Kepada wartawan Adi Nunuhitu mengatakan bahwa, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Rote Ndao hanya merekomendasikan 20 agen resmi. Namun, di lapangan, pemilik Toko Piet masih melayani agen-agen lama yang rekomendasinya sudah tidak berlaku sejak tahun 2024–2025
“Kami sangat keberatan karena kuota minyak tanah dipangkas oleh Toko Piet. Tahun 2026 hanya ada 20 agen yang direkomendasikan Bupati Rote Ndao, tetapi Toko Piet masih melayani agen-agen lama yang rekomendasinya sudah tidak berlaku,” ujar Yandri, mewakili rekan-rekan sub penyalur
Ia menjelaskan, agen yang memiliki rekomendasi resmi tahun 2026 justru hanya mendapatkan 5 drum per agen, jumlah ini dinilai tidak adil dan merugikan
“Agen yang direkomendasikan tahun 2026 hanya dikasih 5 drum per agen. Ini yang menjadi keberatan kami. Seharusnya agen-agen yang sudah tidak mendapat rekomendasi tidak boleh lagi dilayani,” tegasnya
Yandri juga menyampaikan bahwa Saat ini, surat sanggahan tersebut sedang dalam proses penyusunan
“Surat sanggahan sementara dibuat. Setelah dikirim ke Toko Piet, baru akan kami lanjutkan ke media,” jelasnya
“Dari awal memang sudah direncanakan untuk disampaikan ke media, tapi setelah surat sanggahan disiapkan agar semuanya jelas dan terbuka,” pungkas Yandri
Hingga berita ini diturunkan, Toko Piet belum berhasil di hubungi terkait keberatan para sub penyalur tersebut
beberapa nama penyalur BBM jenis minyak tanah di Rote Ndao adalah Ester Solok, Adi nunuhitu, Djanu Djaja Manafe, Anwar Idris, Hendrik geli, bobi Nalle, Ricky sowungto, Oni Suwongto, Sofi Lenggu, Feki Tolla, Sar Manafe (tim/nasa)






