Ketua Komisi Hukum DPR RI minta Penjelasan Polda NTT, Soal Pembunuhan Berencana Yoppy O Hilly

Avatar photo

Monday, 13 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM, ROTE NDAO-

Laporan tertulis keluarga korban pembunuhan berencana yang di diamkan selama empat tahun oleh Polres Rote Ndao telah diserahkan Kepada Herman Herry sebagai Ketua Komisi Hukum DPR RI.

Demikian Hal ini disampaikan oleh Dennison Moy,ST. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao kepada Crew Media ini saat dihubungan melalui sambungan telpon. Senin (13/01/2020) usai menyerahkan laporan tersebut.

Kepada Crew Media ini, Denison Moy,ST mengatakan, terhadap Kinerja Polres Rote Ndao selama empat tahun yang belum berhasil mengungkap Otak Perencana Pembunuhan tewasnya Mantan Pj. Kades Lidor, Yoppy O. Hilly, keluarga merasa tidak puas dan melaporkannya Komisi III DPR RI.

Ia menjelaskan, dirinya berada di Jakarta mewakili Keluarga Besar Almarhum Yoppy O Hilly untuk menyerahkan Laporan tertulis Kepada Ketua Komisi Hukum DPR RI Herman Herry atas Kinerja Polres Rote Ndao selama empat tahun belum berhasil mengungkap Otak Perencana Pembunuhan tersebut.

“Saya mewakili keluarga Besar Almarhum Yoppy O Hilly untuk menyerahkan Pengaduan tertulis Kepada Ketua Komisi Hukum DPR RI Bapak Herman Herry ” Ujar Moy.

Selanjutnya jelas Denni Moy, Setelah Pengaduan diterima Bapak Herman Herry berjanji meminta Kapolda NTT memproses Kasus tersebut secara terbuka dan Professional sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Denny Moy Selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Rote Ndao,Keluarga Almarhum Yoppy O. Hilly meminta Bantuan secara teknis dan Politis kepada Komisi Hukum DPR RI karena merasa tidak puas dan Kecewa dengan kinerja Polres Rote Ndao atas proses hukum yang sudah empat tahun namun tidak mengungkap otak dan eksekutor pembunuhan berencana tersebut.

Selain itu dengan Pernyataan Kapolres Rote Ndao bahwa adanya “Penyidikan aneh” yang terksesan tidak ingin melanjutkan Penyidikan terhadap Otak Perencana Penembakan Yoppy O Hilly.

Baca Juga:  Tim Serigala Polsek RBL Amankan Pemabuk, Pelaku Penganiayaan dan Pengrusakan di Puskesmas Oelaba

Herman Herry. Ketua Komisi Hukum DPR RI Ketika dihubungi via Pesan WhatsApp mengatakan Komisi Hukum DPR RI akan meminta Penjelasan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) terkait Kasus Pembunuhan Berencana yang di tangani Penyidik Polres Rote Ndao.

Jika ditemukan Kesalahan dalam Proses Penyilidikan dan Penyidikan atau adanya Penyimpangan dalam Proses Hukum,maka diminta Kepada Kapolda NTT untuk membuka kembali kasus tersebut. Tegas Herman.

“Komisi III akan minta penjelasan kapolda NTT terkait pengaduan tersebut, jika di temukan kesalahan SOP dalam proses lidik, sidik, atau ada hal-hal yang menyimpang dalam proses tersebut, maka komisi lll akan meminta kapolda NTT untuk membuka kembali kasus tersebut untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat ataupun keluarga korban”, Kata Herman Herry Kepada Wartawan via Pesan WhatsApp,

Secara terpisah keluarga korban, Forkes Marthinus Hilly,SH  kepada Wartawan mengatakaan, Tahun 2018 yang lalu pihak Keluarga mengajukan Pengaduan tertulis Kepada Polda NTT dan Kapolres Rote Ndao meminta Penegakan Hukum dengan Proses Hukum terhadap Otak Perencana Penembakan Pj Kepala Desa Lidor Yoppy O. Hilly.

Selanjutnya, ungkap Martinus Hilly, sesuai fakta persidangan yang termuat dalam amar Putusan Pengadilan Negeri Rote Ndao, yang bernomor register :16/PID.B/2016/PN Rno.tgl 8 Desember 2016, merupakan fakta hukum yang sudah tentu dalam keputusan itu terungkap nama-nama sebagai otak perencana pembunuhan.

Sedangkan sampai saat ini pihak Kepolisian Rote Ndao belum menindaklanjuti putusan pengadilan tersebut terhadap otak-otak pembunuhan untuk di proses hukum yakni Bernadus Arnolus Filli(sekarang Pj.Kades Lidor),Nipjono Beni Nale (sekarang Pj.Kades Lentera)Anderias Adu Mantan Kades Lidor dan Efen Adu. (PE/Tim)

Berita Terkait

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?
Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao
Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Thursday, 1 October 2026 - 17:12

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Thursday, 1 October 2026 - 12:07

Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa

Wednesday, 30 September 2026 - 11:35

Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit

Berita Terbaru