SINDONTT.COM – ROTE NDAO : Penanganan kasus dugaan perusakan fasilitas umum berupa pintu gerbang Kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti
Proses penyelidikan disebut masih sebatas laporan, Lantaran sekretaris DPRD Kabupaten Rote Ndao, Yesi Dae Panie, belum memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan, dan tentunya sikap Sekretaris DPRD Yesi Dae Panie yang dua kali tidak penuhi Panggilan Penyidik Polres Rote Ndao menjadi tanda tanya, ada apa di balik Laporannya?
Laporan dugaan perusakan aset milik DPRD Rote Ndao telah diterima Polres Rote Ndao dengan nomor registrasi LP/B/70/IV/2026/SPKT/Polres Rote Ndao/Polda NTT sejak 17 April 2026
Namun, hingga Selasa (7/7/2026), proses pemeriksaan terhadap pelapor belum terlaksana
Penyidik diketahui telah melayangkan dua kali surat panggilan kepada Sekretaris DPRD Rote Ndao Yesi Dae Panie selaku pelapor, tetapi yang bersangkutan belum hadir memenuhi panggilan tersebut.
Kasi Humas Polres Rote Ndao, AKP Derven Fanggidae, S.H dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (07/7/2026) mengatakan pemeriksaan terhadap pelapor merupakan tahapan penting sebelum penyidik dapat melanjutkan proses penanganan perkara
“Pelapor perusakan baru buat laporan polisi (LP). Sudah dua kali dipanggil untuk diambil keterangannya, tapi belum datang ke Polres. Sudah dihubungi lewat telepon juga, tetapi katanya masih sibuk,” ujar Derven
Meskipun Kerugian Kecil, Proses Hukum tetap mengikuti Mekanisme
Derven Fanggidae menegaskan, meski nilai kerugian dalam perkara tersebut tergolong kecil, proses hukum tetap mengikuti mekanisme yang berlaku, Salah satunya adalah pemeriksaan terhadap pelapor melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai dasar untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya
“Jadi harus diambil BAP resmi dulu baru ada penanganan lebih lanjut. Kerugiannya memang kecil, tetapi pelapor harus datang dulu. Maunya bagaimana, karena sudah jadi LP,” ujar AKP Derven Fanggidae

Kasus dugaan perusakan gerbang DPRD Rote Ndao sendiri berkaitan dengan aksi massa yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan kerusakan pada fasilitas milik lembaga legislatif tersebut (tim/nasa)

















