Lapor Dugaan KDRT ke Polres Rote Ndao, IRT Mengaku kembali Alami Kekerasan

Avatar photo

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ania Ndun

Foto : Ania Ndun

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, melaporkan dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Polres Rote Ndao

Lebih dari sebulan setelah laporan dibuat, pelapor mengaku masih menantikan penanganan lebih lanjut dari aparat kepolisian

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/126/VI/2026/SPKT/POLRES ROTE NDAO/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tertanggal 14 Juni 2026

Pelapor, Ania Ndun, melaporkan dugaan KDRT yang diduga dilakukan oleh suaminya berinisial “IA” alias Idris

Berdasarkan uraian dalam laporan polisi, peristiwa bermula pada Rabu, 10 Juni 2026, saat korban (Ania Ndun) menemukan kartu SIM telepon seluler yang ditinggalkan terlapor (Idris) di dalam sebuah mobil truk

Korban kemudian mengambil kartu SIM tersebut dan membawanya pulang., Tidak lama kemudian, terlapor datang ke rumah dan diduga melakukan penganiayaan menggunakan kunci roda hingga korban mengalami kekerasan fisik

Atas kejadian itu, korban mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Rote Ndao untuk membuat laporan resmi agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku

Berharap Secepatnya Ada Penanganan di Polres Rote Ndao 

Kepada wartawan, Rabu (15/7/2026), Ania Ndun mengaku berharap laporannya segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian

“Kalau bisa secepatnya ada penanganan, sudah lama lapor di Polres,” ujar Ania

Ia juga mengaku bahwa setelah membuat laporan polisi, dirinya kembali mengalami dugaan kekerasan fisik dari terlapor

“Habis lapor dia datang cari lagi, dan saya alami beberapa kekerasan fisik lagi,” tegasnya (tim/nasa)

Baca Juga:  Green Policing, Polsek Rote Barat Laut Bersihkan Sampah di Tempat Ibadah

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02