SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Tiga orang Ketua Kelompok Tani dari Desa Matanae Kecamatan Rote Timur yang hingga Saat ini Belum Menerima Pupuk dari Pengecer Pupuk mendatangi Kantor DPRD Rote Ndao pada hari ini Sabtu, (05/03/2022) sekitar pukul 11.00 Wita
Ketiga Orang Ketua Kelompok Tani yang mengeluh masalah kelangkaan Pupuk subsidi tersebut Yakni Rediard Sui selaku Kelompok tani Leinalain, Weni Oan sebagai Kelompok tani Laisona Pilas dan Mexi Klaas sebagai ketua Kelompok Rarano Dulu
Kedatangan para ketua Kelompok Tersebut di Terima oleh Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH ketua Komisi A Feky M Boelan, Wakil Ketua Komisi A Adrianus Pandie Dan Ketua Komisi C Petrus Johanis Pelle di Ruang Kerja Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk

Ketiga Ketua Kelompok Tani tersebut mengeluhkan hingga saat ini sudah memasuki musim Panen Padi, Namun Mereka belum Menerima Pupuk subsidi dari Penegecar Pupuk yang akrab disapa Anton Ndun
Dalam pertemuan Tersebut Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk menjelaskan pihaknya sedang melakukan investigasi terkait masalah pupuk dan diketahui ada mafia di para pengecer
“Ini kami akan tindak lanjut, kami sudah sidak di beberapa Tempat dan di temukan ada mafia, Karena itu hari senin, 07 Maret 2022 kami panggil Pemerintah untuk Rapat Dengar Pendapat terkait masalah ini, nanti kami minta Pemerintah untuk transparan untuk mengungkap hal ini, jadi kalau bisa ada perwakilan kelompok hadir untuk bisa mengetahui hal ini,” Tandas Paulus
Ketua Kelompok Tani Leinalain Rediard Sui Kepada Sindo-NTT.id mengatakan setiap Tahun Pihaknya selalu terlambat menerima Pupuk dari Pengecer Pupuk Anggota DPRD Rote Ndao Anton Ndun
“Setiap Tahun kita terlambat terima pupuk, setiap tahun uang Pupuk kami setor ke Pak Anton Ndun, di 2021 kami stor uang tapi di bulan Januari 2022 baru pak Anton Ndun antar Pupuknya,” Kata Rediard Sui
“Selama ini kami setor Langsung uang Pupuk ke Rumah Anton Ndun di Desa Tungganamo Kecamatan Pantai Baru, dan setiap Tahun Pak Anton Ndun naikan harga Angkat, ini Masalah yang kami alami di Rote Timur, sebelum pak Anton Jadi Anggota DPRD dia pake nama Perusahaan UD Enjel, kemudian sesudah Pak Anton Ndun jabat Anggota DPRD di rubah namanya menjadi UD Gracia dan yang urus administrasinya Rini Polin,” Tandasnya

Ketua Kelompok Tani Rarano Dulu Mexi Klaas mengatakan kalau hingga sampai pada pertengahan bulan Maret 2022 ini Pupuk pun belum di terima, maka meminta sebaiknya UD Gracia tidak perlu lagi mengantarkan pupuk kepada Para Kelompok Tani
“Sampai pertengahan Maret pupuk tidak ada pupuk, maka saya minta UD Gracia tidak perlu antar lagi dan harus bertanggung jawab, dari 2017 hingga 2021 saya setor langsung Uang Pupuk kepada Pak Anton Ndun,” Cetusnya
Weni Oan Selaku Ketua Kelompok Tani Laisona Pilas meminta Pemerintah segera menggantikan Pengecer UD Gracia dikarena Sudah menyalahi Kesepakatan dan menaikan tarif Angkut pupuk hingga Rp 20 ribu per Sak (Karung)
“Saya minta di Ganti Pengecer Nakal seperti ini, setiap Tahun menaikan ongkos angkut hingga Rp 20 ribu per karung,” Tegasnya,
Anggota DPRD Rote Ndao Anton belum berhasil dihubungi, (Nasa)






