Tiga Kelompok Tani Mengeluh, Belum Terima Pupuk dari Pengecer  “Anggota DPRD Rote Ndao”

Avatar photo

Saturday, 5 March 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kwitansi dari Pemilik Kios Anton Ndun

Foto : Kwitansi dari Pemilik Kios Anton Ndun

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Tiga orang Ketua Kelompok Tani dari Desa Matanae Kecamatan Rote Timur yang hingga Saat ini Belum Menerima Pupuk dari Pengecer Pupuk mendatangi Kantor DPRD Rote Ndao pada hari ini Sabtu, (05/03/2022) sekitar pukul 11.00 Wita

Ketiga Orang Ketua Kelompok Tani yang mengeluh masalah kelangkaan Pupuk subsidi tersebut Yakni Rediard Sui selaku Kelompok tani Leinalain, Weni Oan sebagai Kelompok tani Laisona Pilas dan Mexi Klaas sebagai ketua Kelompok Rarano Dulu

Kedatangan para ketua Kelompok Tersebut di Terima oleh Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH ketua Komisi A Feky M Boelan, Wakil Ketua Komisi A Adrianus Pandie Dan Ketua Komisi C Petrus Johanis Pelle di Ruang Kerja Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk

Ketiga Ketua Kelompok Tani tersebut mengeluhkan hingga saat ini sudah memasuki musim Panen Padi, Namun Mereka belum Menerima Pupuk subsidi dari Penegecar Pupuk yang akrab disapa Anton Ndun

Dalam pertemuan Tersebut Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk menjelaskan pihaknya sedang melakukan investigasi terkait masalah pupuk dan diketahui ada mafia di para pengecer

“Ini kami akan tindak lanjut, kami sudah sidak di beberapa Tempat dan di temukan ada mafia, Karena itu hari senin, 07 Maret 2022 kami panggil Pemerintah untuk Rapat Dengar Pendapat terkait masalah ini, nanti kami minta Pemerintah untuk transparan untuk mengungkap hal ini, jadi kalau bisa ada perwakilan kelompok hadir untuk bisa mengetahui hal ini,” Tandas Paulus

Ketua Kelompok Tani Leinalain Rediard Sui Kepada Sindo-NTT.id mengatakan setiap Tahun Pihaknya selalu terlambat menerima Pupuk dari Pengecer Pupuk Anggota DPRD Rote Ndao Anton Ndun

“Setiap Tahun kita terlambat terima pupuk, setiap tahun uang Pupuk kami setor ke Pak Anton Ndun, di 2021 kami stor uang tapi di bulan Januari 2022 baru pak Anton Ndun antar Pupuknya,” Kata Rediard Sui

“Selama ini kami setor Langsung uang Pupuk ke Rumah Anton Ndun di Desa Tungganamo Kecamatan Pantai Baru, dan setiap Tahun Pak Anton Ndun naikan harga Angkat, ini Masalah yang kami alami di Rote Timur, sebelum pak Anton Jadi Anggota DPRD dia pake nama Perusahaan UD Enjel, kemudian sesudah Pak Anton Ndun jabat Anggota DPRD di rubah namanya menjadi UD Gracia dan yang urus administrasinya Rini Polin,” Tandasnya

Foto ; kwitansi pembayaran pupuk dari pemilik kios Anton Ndun

Ketua Kelompok Tani Rarano Dulu Mexi Klaas mengatakan kalau hingga sampai pada pertengahan bulan Maret 2022 ini Pupuk pun belum di terima, maka meminta sebaiknya UD Gracia tidak perlu lagi mengantarkan pupuk kepada Para Kelompok Tani

“Sampai pertengahan Maret pupuk tidak ada pupuk, maka saya minta UD Gracia tidak perlu antar lagi dan harus bertanggung jawab, dari 2017 hingga 2021 saya setor langsung Uang Pupuk kepada Pak Anton Ndun,” Cetusnya

Weni Oan Selaku Ketua Kelompok Tani Laisona Pilas meminta Pemerintah segera menggantikan Pengecer UD Gracia dikarena Sudah menyalahi Kesepakatan dan menaikan tarif Angkut pupuk hingga Rp 20 ribu per Sak (Karung)

“Saya minta di Ganti Pengecer Nakal seperti ini, setiap Tahun menaikan ongkos angkut hingga Rp 20 ribu per karung,” Tegasnya,

Anggota DPRD Rote Ndao Anton belum berhasil dihubungi, (Nasa)

Baca Juga: Diduga Mabuk, ASN Dinas Kesehatan Rote Ndao Lempar Kantor Capem Bank NTT Papela
Baca Juga: Warga Bo’a Angkat Poster di Pengadilan Negeri Rote Ndao, Serukan Anti Hoaks, Bela PT Bo'a Development
Baca Juga: Frengki Manafe : Koperasi Talenalain Masih Aktif

Berita Terkait

Gelar Perkara Rampung, Polda NTT Temukan Dugaan Tindak Pidana dalam Kasus dr. Icha
Bapenda Rote Ndao Keliru, Rumah Kos Sempat ‘Dipaksa’ Jadi Objek Pajak Hotel
Tanpa Aktivitas, Investasi Rp 700 Juta Lebih Mandek di PD Ita Esa Rote Ndao
Temuan BPK : Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Penginapan di Bapelitbangda dan Sekretariat DPRD Rote Ndao
BPK Temukan Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Di Rote Ndao Ratusan Juta, Ada Hotel Fiktif
Lapor Dugaan KDRT ke Polres Rote Ndao, IRT Mengaku kembali Alami Kekerasan
Sekretaris DPRD Dua Kali tidak Penuhi Panggilan Pemeriksaan Di Polres Rote Ndao, Ada Apa?
Kasus Mayat di Pantai, Polres Rote Ndao Tetapkan 5 Tersangka Pembunuhan Berencana
Tag :

Berita Terkait

Friday, 24 July 2026 - 10:36

Gelar Perkara Rampung, Polda NTT Temukan Dugaan Tindak Pidana dalam Kasus dr. Icha

Sunday, 19 July 2026 - 20:17

Bapenda Rote Ndao Keliru, Rumah Kos Sempat ‘Dipaksa’ Jadi Objek Pajak Hotel

Saturday, 18 July 2026 - 22:25

Temuan BPK : Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Penginapan di Bapelitbangda dan Sekretariat DPRD Rote Ndao

Saturday, 18 July 2026 - 19:17

BPK Temukan Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Di Rote Ndao Ratusan Juta, Ada Hotel Fiktif

Wednesday, 15 July 2026 - 13:22

Lapor Dugaan KDRT ke Polres Rote Ndao, IRT Mengaku kembali Alami Kekerasan

Tuesday, 7 July 2026 - 13:40

Sekretaris DPRD Dua Kali tidak Penuhi Panggilan Pemeriksaan Di Polres Rote Ndao, Ada Apa?

Saturday, 20 June 2026 - 09:21

Kasus Mayat di Pantai, Polres Rote Ndao Tetapkan 5 Tersangka Pembunuhan Berencana

Thursday, 18 June 2026 - 20:31

Polres Rote Ndao Gerebek Pelaku Penjualan Pertalite Ilegal, Modus Modifikasi Tangki

Berita Terbaru