SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Berdasarkan keluhan warga bahwa ada pekerjaan jalan yang sangat amburadul yang terletak di desa Persiapan Lidasue, kecamtan Rote Tengah yang bersumber anggarannya dari Dana Desa Lidabesi tahun 2023 dengan pagu anggarab yang tidak di ketahui oleh warga Dusun Busalaten, RT 07/ RW 04.
Ketika di cek ke lapangan dan membuktikan bahwa adanya Keluhan warga setempat, ada item pekerjaan yakni ketabalan jalan tidak sesuai dan fakta di lapangan dengan hasil kekerjaan memang sangat amburadul, Kamis(07/09/2023)
Ketika dimintai keterangan kepada salah seorang warga Dusun busalaten Erni Johanis Amalo yang ikut ke lokasi mengatakan dirinya sebagai warga setempat sangat kecewa dengan hasil pekerjaan yang sangat amburadul yang seakan-akan pekerjaan ini di kerjakan asal jadi, yang mana jarak sirtu yang turunkan di lokasi jalan tersebut berjarak hampir 2 meter yang di serak juga sangat tipis hal itu sudah menyalahi aturan dan pinggirnya tidak di tata dengan bagus.
“Selain itu pinggir jalan, ketebalannya sekitar 2 Cm sehingga di saat musim hujan jalan langsung rusak total, saya yakin di duga pasti ada prmainan dan di duga tetap ada Mark up anggaran.Ujar Johanis Amal
Dikatakan Erni Johanis Amalo seharusnya di tahap akhir dalam pemadatan yang menggunakan alat pibro harusnya juga benar-benar di optimalkan sehingga bisa padat dengan bagus hasilnya, akan tetapi fakta yang kita lihat di lokasi alat pemadat Sirtu seakan-akan hanya untuk syarat dokumentasi saja, waktu menggilas hanya di siram dengan Air dua tangki sehingga kerjaan tidak terlalu bermanfaat bagi masyarakat sekitar, itu semua karena di duga sudah ada permainan.
Erni Johanis Amalo mengakui kalau dirinya mendapat informasi dari tim pengawas desa Lidabesi dari kecamatan Rote Tengah bahwa jalan tersebut ketebalannya 30 cm, tetapi fakta di lapangan tidak sesuai, faktanya ketebalan sebelah kiri jalan ketabalan nya sekitar 20 cm dan ketabalan seblah kanan jalan ketabalan sekitar 2 cm,
“Ini saya mewakili masyarakat dusun busalaten menolak pekerjaan tersebut di Kepala Desa Lidabesi Chemzi Lian, disaat pekerjaan berjalan, ada tim Dari Desa yang mengawasi akan tetapi tidak ada yang komplen kepada kontarktor dan seakan-akan tutup mata, salah satu tujuan pemerintah menggelontorkan anggaran adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, item pekrjaan jalan ini semuanya sama amburadul dan hanya untuk meraup keuntungan beberapa orang”. Pungkas Johanis

Ketika dimintai keterangan warga lainnya Joel Amalo, mengatakan sebagai warga penerima manfaat kecewa terhadap Pemdes karena tidak pernah tau kegiatan apa saja dalam perencanaan pembangunan di desa, tidak pernah melihat ada papan informasi di lokasi dan kami tidak tau RABnya seperti apa, ini jelas menunjukan kurangnya keterbukaan kepada masyarakat kecil.
“Saya berharap kepada pemerintah kabupaten Rote Ndao untuk turun mengecek pekerjaan itu, bila kami mengada- ada silahkan di cek juga yang item pekerjaan, jalan usaha tani yang pekerjaan di dusun busalaten, Desa Lidabesi, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.,” Katanya
Secara terpisah PPK Desa Lidabesi dihubungi via Ponsel Genggam kamis (07/09/2023 sekitar pukul 14:38 Wita meminta langsung ditanyakan kepada Kepala Desa sebagai pengguna Anggaran
“Nanti telepon bapa Desa sa karena saya hanya mengawas untuk kasih tau.dan untuk ketebalan sudah sesuai dengan RAB,” tandasnya
Camat Rote Tenggah Tarzius Sani di konfirmasi via telpon seluler terkait jalan tani di anggarkan dari dana desa tidak sesuai dengan harapan masyarakat, mengakui dirinya sudah berulang- ulang kasih penegasan kepada kepala Desa agar pekerjaan harus sesuai dengan RAB dan mekanisme .Pungkasnya.
Sesuai pantauan dilokasi sirtu yang digunakan untuk pekerjaan jalan tersebut di duga tidak mengantongi ijin galian C.
(TIM/RM/NASA)










