Pesta Pernikahan Berujung Pidana, 6 Orang Dilaporkan sebagai Terduga Kasus Pengeroyokan

Avatar photo

Friday, 28 June 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Sebanyak 6 orang asal Desa matanae Kecamatan Rote Timur masing-masing berinisial (IL, ML, TF, AF, NB, IB) dilaporkakan ke Polsek Rote Timur

Ke enam orang tersebut diduga sebagai terduga pelaku kasus pengeroyokan terhadap tiga orang warga asal Kelurahan Londalusi pada Pesta Pernikahan di Kelurahan londalusi, Kecamatan Rote Timur, Rabu(26/6/2024).

Ketiga korban itu masing-masing melaporkan ke Polsek Rote Timur yakni Riki Rendiyani Serah dengan bukti registrasi laporan polisi nomor :LP/B/21/VI/2024/Polsek Rote Timur/Polres Rote Ndao/Polda Nusa Tenggara Timur tanggal 27 Juni 2024 pukul 02:29 WITA.

Resky oksliwan Ruy dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/23/VI/2024/SPKT/Polsek Rote Timur/Polres Rote Ndao/Polda Nusa Tenggara Timur tanggal 27 Juni 2024 pukul 06:24 WITA.

Selanjutnya, Rhadit Imanuel Tasi dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/24/VI/2024/SPKT/Polsek Rote Timur/Polres Rote Ndao/Polda Nusa Tenggara Timur tanggal 27 Juni 2024 pukul 07:26 WITA.

Dugaan kasus pengeroyokan itu terjadi saat hajatan pesta pernikahan di kediaman Joksan Dui di Kelurahan Londalusi, Kecamatan Rote Timur kamis (26/10/2024). sekitar pukul 23.30 wita

kepada wartawan, korban Riki Serah (25) menguraikan kronologi kejadian itu terjadi pada saat dirinya ingin pergi membeli rokok tiba-tiba, datanglah terlapor IB, NB dan IL melempari dirinya dengan menggunakan batu dan mengenai kepala bagian kiri hingga mengalami luka dan berdarah serta memukul dirinya dengan menggunakan kursi pada bagian belakang

“Waktu kacau saya pas mau pergi beli rokok jadi posisi di luar tenda tiba-tiba dong datang pukul beta, yang datang pukul beta banyak orang tapi yang saya kenal persis hanya IB,NB dan yang lempar b pake batu itu IL,” Ujar Riki

Terpisah, dikatakan korban/Pelapor Resky Ruy (22) pada saat terjadi keributan dalam tenda pernikahan, dirinya berniat baik untuk melerai namun mendapat penganiayaan dari terlapor TF,AF dan IL hingga dirinya mengalami luka di bagian pipi dan kepala

Baca Juga:  Inspektorat Periksa Para Nakes Puskesmas Oelaba, "Temuan Penyalagunaan Anggaran Belanja"

“waktu dong beribut itu saya ada sementara berdiri sama-sama dengan saya punya Bapak, pelaku dong datang tidak pakai tanya lagi, langsung pukul bermain saya sudah” Tandas Resky Ruy

Sementara korban Randit Tasi (17) menceritakan kalau pada saat terjadi keributan dirinya berada di luar tenda tiba-tiba datanglah “IL dan ML” memukul dirinya hingga mengalami luka di bibir bagian kiri atas dan telinga bagian kanan

“Dong lari dari dalam tenda langsung menuju datang di saya langsung dong pukul saya, padahal saya juga tidak tau apa-apa, pokoknya dong liat anak-anak Idong dimana pasti dong lari menuju Pi pukul,” Tegas Randit

Dalam laporan para korban, ke 6 orang terduga pelaku terjerat dugaan tindak pidana pengeroyokan UU nomor 1 tahun 1946 tentang KHUP sebagaimana di maksud dalam pasal 170 KHUP dengan ancam pidana 5 tahu 6 bulan

Para korban beserta keluarga berharap kasus tersebut segera di tindak lanjuti oleh pihak kepolisian sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku

“Kami berharap agar kasus yang sudah kami laporkan di pihak penegak hukum bisa di tindak cepat sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku”Ujar Korban,” Riki Serah.

Sementara Resky Ruy berharap kepolisian menangani kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku

“Kasusnya sudah kami laporkan di Polsek Rote Timur dan selanjutnya kami menyerahkan semua proses ini ke pihak polisi sesuai dengan SOP Polisi,” Ungkap Resky Rui

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rote Timur Bripka Wahyu Martono kepada wartawan menyampaikam laporan kasus ini masih menunggu disposi

“belum masuk di kami, proses penyelidikan perkara otomatis sudah dimulai sejak LP dibuat, undangan klarifikasi akan dikirim ke korban dan saksi-saksi untuk memberikan keterangn pada hari selasa tanggal 02 minggu depan” Jelasnya (Tim)

Baca Juga:  Berkas Kasus Penganiyaan Hewan Sudah Di Jaksa, 3 Orang Tersangka Terancam Hukuman 2,8 Tahun Penjara

Berita Terkait

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?
Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Thursday, 1 October 2026 - 17:12

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Berita Terbaru