Terbukti Perbuatan Mus Frans Mengarah ke Kasus Penyebaran Informasi Bohong, Bukan Lingkungan hidup

Avatar photo

Friday, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mikhael Feka

Foto : Mikhael Feka

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pengadilan Negeri Rote Ndao gelar sidang Kasus Praperadilan, Kamis (24/2025)

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Ahli atas gugatan praperadilan yang dilayangkan Erasmus Frans Mandato sebagai tersangka kasus penyebaran informasi Bohong

Sidang yang dipimpin Hakim Tunggal Fransiska Paulo Nino sebagai ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao itu mendengarkan keterangan Dr. Mikael Feka, S.H,.M.H sebagai saksi Ahli

Disidang Praperadilan, Ahli Hukum Pidana Mikhael Feka menerangkan kalau perbuatan tersangka Erasmus Frans Mandato (Mus Frans) mengarah ke kasus penyebaran informasi bohong sesuai undang-undang Transaksi Elektronik (UU ITE)

“Tadi dalam fakta persidangan saya ditanyakan, ada UU ITE Dan Lingkungan hidup, mana yang dipakai,”,? kata Mikael Feka kepada wartawan usai sidang

Menurut Mikhael Feka, dari dua undang-undang khusus ini tentunya penyidik akan menilai dan membuktikan lewat dua alat bukti yang cukup perbuatan Mus Frans mengarah ke yang mana?

“menurut penyidik lebih mengarah ke Perbuatan Pidana penyebaran informasi bohong, jadi tepat pasal 28 Undang-undang ITE dilanggar, ujarnya

“Penyidik diberikan kewenangan oleh kuhap jika ada sebuah laporan pidana, penyidik wajib menemukan dasar hukum, ada atau tidak yang dilanggar, dan kasus ini penyidik bisa membuktikannya dengan sesuatu prosedur,” ungkap Mikhael Feka

Keterangan saksi Ini sekaligus melemahkan salah satu dalil Gugatan Praperadilan yang diajukan pemohon Mus Frans yang mengatakan unggahan informasi Penyebaran berita di akun Facebook Mus Frans tentang Penutupan akses jalan menuju Destinasi Wisata dikategorikan sebagai hak Mus Frans untuk mendapatkan akses tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan (tim/nasa)

Baca Juga:  Lidik Pengelolaan Dana Covid -19, Jaksa Periksa Dua Anggota DPRD Rote Ndao Sebagai Saksi

Berita Terkait

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terbaru