“Begini Terus Rote Ndao Tidak Maju”, Pengendara Motor Kesal Aksi Massa Terdakwa Mus Frans

Avatar photo

Saturday, 14 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Aksi massa pendukung terdakwa kasus penyebaran informasi bohong (hoaks), Erasmus Frans Mandato (Mus Frans/EFM), menuai sorotan tajam setelah memilih titik konsentrasi tepat di pintu gerbang Pengadilan Negeri Rote Ndao, Kamis (12/3/2026)

Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan agenda sidang pembacaan tuntutan terhadap Terdakwa Mus Frans yang tengah menjalani proses hukum atas dugaan penyebaran informasi bohong

Alih-alih menyampaikan aspirasi secara tertib, massa justru melakukan berbagai aksi yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Mereka memperdengarkan teriakan, memutar musik keras, hingga melakukan pembakaran ban bekas di ruas jalan depan kompleks perkantoran

Pantauan di lokasi menunjukkan, aksi tersebut membuat akses jalan yang biasa digunakan masyarakat menuju sejumlah kantor pelayanan publik menjadi terganggu

Aparat kepolisian bahkan terpaksa mengalihkan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan dan potensi gangguan keamanan

Pengalihan arus dilakukan dengan memanfaatkan jalur berlawanan arah agar aktivitas di kawasan pusat administrasi pemerintahan tetap berjalan. Meski begitu, kondisi di sekitar lokasi aksi tetap terasa tidak kondusif bagi masyarakat yang hendak berurusan di kantor-kantor pemerintahan

Seorang pengendara sepeda motor bernama Metu mengaku kesal karena harus mengubah rutenya akibat aksi tersebut

“Mau lewat sana, tapi mereka bakar ban dan palang jalan,” keluh Metu saat ditemui di sekitar lokasi

Ia mengaku awalnya hendak menuju kantor DPRD setelah mengantar seseorang mengurus dokumen kependudukan di Dinas Dukcapil. Namun karena jalan terhalang, ia memilih memutar arah.

“Begini terus nanti kita di Rote Ndao tidak tahu mau maju bagaimana,” ujarnya dengan nada kecewa

Metu akhirnya memutuskan mengambil jalur alternatif agar terhindar dari kerumunan massa

“Katong putar lewat PKO saja supaya aman,” katanya sebelum meninggalkan lokasi

Baca Juga:  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Tidak Boleh Sandar di Pelabuhan Rakyat Oelaba dan Hundihuk

Aksi yang menutup akses publik tersebut menimbulkan pertanyaan terkait etika berdemonstrasi di ruang publik, terutama ketika dilakukan di kawasan vital yang menjadi pusat pelayanan masyarakat (tim/nasa)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru