Banyak Pustu Di Rote Ndao Rusak, Tidak Di Huni Nakes

Avatar photo

Thursday, 5 January 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Ketua komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao Denison Mooy, ST angkat bicara terkait persoalan Pustu di Desa Faifua dan  Hundihopo, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao yang mubasir dan tidak di tempati tenaga medis, Deni Mooy mengaku, bukan saja Pustu Faifua dan Hundihopo tapi banyak pustu di Rote Ndao sudah mubasir dan rusak karena itu tentunya sangat membutuhkan perhatian.

“kita sudah evaluasi dengan Dinas Kesehatan untuk bagaimana kita bisa rehabilitasi supaya bisa layak di gunakan dan penempatan nakes di situ,” Kata Deni Mooy Kepada Wartawan, Rabu (04/01/2023)

Diakui Deny Pemerintah berpatokan pada masalah anggaran misalnya mau rehabilitasi secara keseluruhan tentu keterbatasan anggaran karena biasanya nomenklatur rehabilitasi anggaran itu dari dana DAU APBD

Dikatakan Deni Moy, adapun alasan kenapa pustu-pustu belum di tempati tenaga kesehatan (Nakes) karena Pemda Rote Ndao masih kekurangan tenaga kesehatan, kebanyakan nakes yang bertugas di desa mereka merangkap tugas pokok di puskesmas itu yang masih menjadi kendala.

Disampaikan pula, ada banyak sukarelawan di Puskesmas tetapi anggaran terkait operasional di pustu-pustu sampai saat ini belum ada, hanya ada beberapa Pustu yang ada nakes terpaksa di lakukan pelayanan, itu yang menjadi kendala dan baru-baru sudah di instruksikan .

Dijelaskan Deni Moy saat pembahasan terakhir dirinya meminta data-data dari Dinas kesehatan berapa banyak Pustu yang saat ini rusak ringan, rusak sedang, rusak berat dan berapa yang di tempati tetapi hingga saat ini data-data tersebut belum di berikan oleh dinas kesehatan untuk di tindaklanjuti.

“kita akan segera minta untuk kita tindaklanjuti,kita akan sampaikan ke pemerintah misalnya semua belum bisa di maksimalkan kerena seperti kendala penganggaran maupun nakes.penganggaran ada dua sisi misalnya operasional tingkat atas karena yang namanya Pustu beroperasi itu ada operasional dan juga penyiapan obat di dalam termasuk fasilitas pelayanan.”Tandas Deni Moy

Baca Juga:  Tersangka Persetubuhan Anak Kandung Di Rote Ndao Terancam 20 Tahun Penjara

“Kita juga mau petakan pustu-pustu yang jauh dari jangkauan puskesmas paling tidak itu harus di prioritaskan dalam pembangunan supaya orang yang aksesnya jauh dari puskesmas mereka bisa mengakses ke Pustu terdekat secara baik, saat ini kita sudah melakukan evaluasi secara serius karena waktu musrembang tentang tahun 2023 hampir semua Desa dan Kecamatan sudah bersuara terkait Pustu, Jadi kendala pustu itu yang pertama kurangnya tenaga kesehatan sehingga kita berharap semoga tahun ini perekrutan P3K tidak ada  kendala sehingga bagaimana kita dapat memikirkan masalah anggaran,” Ujarnya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao dr.Nelly Riwu Saat di konfirmasi media ini sepekan lalu di ruang kerjanya mengatakan terkait pemberitaan di media mengenai pustu yang tidak di tempati, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebenarnya sudah menganggarkan  dari tahun kemarin tetapi karena ada resonasi anggaran untuk stunting dan lain-lain sehingga akan di anggarkan kembali tahun 2023.

“sebenarnya bukan hanya hundihopo saja tapi ada beberapa Pustu yang lain juga yang  anggarannya tergeser dan sudah di masukkan kembali di tahun 2023 ini,” ujarnya

Dikatakan dana perhatian Pemerintah tahun 2023 ada pembangunan 27 posyandu pelayanan primer yang setara lebih ke arah Pustu dan itu menyebar ke 27 Desa pemekaran di seluruh Kecamatan yang ada di Rote Ndao.

dr. Nelly menjelaskan ada langkah strategis yang sudah di rencanakan jadi bukan tidak di perhatikan, sebelumnya juga sudah ada anggarannya tetapi ada resonasi anggaran tahun 2022 termasuk Desa Boni ,Oeleka dan Desa yang lain sehingga anggarannya di masukan lagi di tahun 2023 karena itulah komitmen pemerintah dalam hal ini Mama Bupati untuk pelayanan kesehatan, (PF)

Baca Juga:  Jaksa Periksa Tenaga Pendamping BLU LPMUKP  selama 7 jam terkait Bantuan Rp 12, 2 miliar

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru