SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk,S.H angkat bicara terkait masalah kerusakan Hotmix Ruas Jalan Nggefak Oenitas di Kecamatan Laoholu yang baru selesai dikerjakan pada Desember 2022
Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 13,5 Miliar itu dikerjakan oleh Kontraktor Cv. Prastika Karya dengan direktur Tony Luis masih dalam masa pemeliharaan namun ironisnya sudah mulai rusak atau retak sepanjang badan jalan mulai dari jalur Lutulae hingga Balaoli
“Jika benar ruas jalan Ngefak-Oenitas sudah retak – retak seperti yang beritakan media maka dengan ini saya minta pihak dinas Pekerjaan Umum segera turun ke lokasi dan mengecek mengapa jalan ini belum juga 6 bulan tapi sudah retak -Retak, Pihak kontraktor yang mengerjakan agar bertanggung jawab dan perbaiki segera agar kerusakan berupa retak- retak tidak semakin parah,” Tegas Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk Ketika dihubungi SINDONTT, Selasa (30/05/2023)
Paulus Henuk mengakui kalau sejak awal dimulainya pekerjaan hotmix tersebut, dirinya selalu mengingatkan dinas Pekerjaan umum dan konsultan pengawas agar awasi secara ketat pekerjaan pada ruas jalan ngefak-oenitas dan ruas jalan oelua-boni.
“Saya menduga saat Pemadatan jalannya kurang baik ditambah lagi kurang disiram air saat pemadatan, intinya kualitas jalan-jalan yang dibangun di Rote Ndao kualitasnya sangat buruk,” Ujar Paulus
Paulus Henuk meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) baik jaksa maupun polisi agar bisa melakukan Pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) berbagai proyek di Rote Ndao
“Hampir setiap tahun ada saja infrastruktur jalan, jembatan, embung, bendungan dan gedung maupun pengadaan barang dan jasa selalu bermasalah, kami DPRD selalu ingatkan pemda dalam forum paripurna maupun RDP agar memperhatikan kualitas infrastruktur namun faktanya selalu bermasalah,” Tandas Paulus
Paulus Henuk menduga saat ini masih ada Fee Proyek untuk oknum tertentu di Rote Ndao
“Dugaan saya karena fee proyek masih berlangsung sehingga kontraktor bekerja tidak sesuai spesifikasi, Sekali lagi aparat penegak hukum agar memproses dugaan korupsi proyek di Rote Ndao, karena ada efek jerah dari oknum-oknum penadah fee proyek, Kata Paulus
Seperti diberitakan sebelumnya dengan judul “Baru Habis Dikerjakan, Hotmix Ruas Jalan Ngefak Oenitas Rusak Para, “Negara Rugi Rp 13,5 Miliar”
Pekerjaan Ruas Jalan Hotmix Nggefak Oenitas dengan pagu Anggaran Rp 13.5 Miliar dikerjakan asal jadi oleh penyedia Pelaksana (kontraktor) Cv. Prastika Karya dengan nama Kontraktor Tony Luis
Pekerjaan ruas jalan titik awal dari sebelah selatan Puskesmas Oelaba menuju Desa Oebela tersebut dikerjakan tidak sesuai mekanisme, tidak berkualitas, bahan material tidak sesuai spesifikasi teknis
“Ini kerja asal jadi, tidak sesuai spek, tidak berkualitas, manfatnya tidak dirasakan, kontraktor nikmati dana belasan miliar tapi fisik pekerjaan tidak bermanfaat, buktinya belum sampai 6 bulan disepanjang badan jalan mulai dari lutulae hingga oebela sudah rusak para, atau retak” Kata seorang pengguna Jalan di Desa Oebela yang enggan menyebutkan namanya kepada SINDONTT, Senin (29/05/2023)
Warga Desa Oebela tersbut mengaku dirinya sebagai pengguna jalan merasa dirugikan, negara rugi sekitar rp 13,5 miliar itu tujuannya masyarakat merasakan asas manfaat dari jalan yang bangun itu dalam jangka waktu yang cukup lama
“Ini negara rugi sekitar Rp 13,5 miliar itu dengan tujuan ini jalan asas manfaatnya bisa rasakan dalam jangka waktu yang cukup lama bukan hanya sekejap saja, ini anggap kasi untung Kontraktor Toni Luis,” Ujarnya

Dikatakan, adanya kerusakan lapen di sepanjang ruas jalan, ini sebagai bukti mulainya pekerjaan kurang pengawasan dari dinas Pekerjaan umum Kabupaten Rote Ndao,
“Ini kurang pengawasan dari dinas teknik, sehingga kontraktor pengadaan material tidak berkualitas atau tidak sesuai spek,” tegasnya
Ia berharap dinas teknis segera mengambil tindakan segera dikarenakan sepertinya masih dalam masa pemeliharaan
“Saya sebagai pengguna jalan menyesal dengan cara kerja kontraktor model begini, berharap dinas teknis segera ambil sikap, saat mulai kerja dari awal saja saya lihat kurang berkualitas,” tandasnya
Pekekerjaan proyek tersebut di kerjakan oleh CV. Prastika Karya dengan pagu anggaran Rp 13.510.097.000 dari Alokasi Khusus (DAK) Penugasan 2022 dan Proyek tersebut selesai dikerjakan pada bulan Desember 2022,
Kontaraktor Pelaksan Toni Luis dihubungi berulang kali via ponsel genggemnya, namun hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi, demikian juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao belum berhasil dihubungi,(Nasa)






