SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Pekerjaan Proyek fisik di Kabupaten Rote Ndao sering mendapat sorotan publik, meskipun demikian kontraktor masih membandel, membiarkan serta mengabaikan hak publik tentang informasi pelaksanaan proyek,
Ataurannya jelas, Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya
aturan tersebut diabaikan oleh
Salah satu kontraktor proyek fisik pembangunan Gedung SD Inpres Mundek, di Desa Mundek kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao, dimana pekerjaan sudah mulai namun Hingga kini, tak ada papan nama proyek fisik yang terlihat.
“Kami tidak tahu proyek ini anggarannya berapa dan sampai kapan serta dikerjakan siapa. Karena tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi, Mendadak ada pekerjaan fisik. Padahal harusnya proyek dikerjakan secara transparan dan diketahui masyarakat umum, pekerjaan Toilet sudah hampair satu minggu,” Kata Seorang warga Mundek kepada Sindontt yang enggan menyebutkan nama, Senin (17/07/2023).
“saya berharap kedepannya kalau ada proyek mohon di taati peraturan yang ada, ini jelas pekerjaan siluman, Pemasangan plang informasi proyek tersebut sifatnya wajib, saya menduga ini trik kontraktor untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran, ujarnya
Tampak terlihat di lokasi ada 2(dua) tumpukan pasir lokal dan 1(satu) tumpukan pasir takari, dan Batako, pekerjaan baru mulai dengan fondasi Toilet

Kontraktor Anton Manafe ketika dihubungi via ponsel genggamnya mengakui kalau proyek gedung SD Inpres Mundek yang dikerjakan oleh kontraktor Beni Pandie, dan dirinya yang hanya mendapatkan pekerjaan toilet saja yang proses tendernya melalui penunjukan langsung (PL) tersebut belum di pasang papan informasi proyek
“Papan informasi belum ada, masih proses jadi satu atau dua, tiga hari sudah bisa di pasang, Itu di kerjakan Beni Pandie Anggarannya Rp 900 juta, saya hanya dapat toilet saja yang prosesnya PL, pekerjaan Gedung pisah dengan Toilet” Ujar Anton
Selanjutnya dijelaskan Anton Manafe untuk pekerjaan Pondasi Gedung menggunakan pasir lokal dan pekerjaan cor menggunkan pasir non Lokal
“Fondasi Pakai Pasir Lokal sedangkan untuk cor pakai pasir takari,” Tandas Anton,(Nasa)






