SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Salah satu misi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah menjadikan Pariwisata sebagai Prime Mover dalam mendukung peningkatan ekonomi dan Pembangunan berkelanjutan, namun misi tersebut sepertinya tidak diprioritaskan di Kabupaten Rote Ndao dikarenakan ada dua Desa di Kecamatan Rote Timur mempunyai obyek Pariwisata yang mampu menarik perhatian para wisatawan manca negara tidak dilestarikan keindahan alamnya, bahkan aparat penegak hukum diduga membiarkan adanya penambangan pasir secara Ilegal (Ilegal Mining), kelihatannya tidak ada tindakan hukum terhadap para pengumpul pasir di kedua Lokasi itu
Objek wisata yang akhir-akhir ini marak dengan aktifitas Penambangan Pasir Secara Ilegal yakni Objek Wisata Pantai Oesosole dan Soroaelutu di Desa Faifua dan Objek Wisata Pantai Faunoanakise di Desa Mukekuku,
Sesuai Pantauan Sindo-NTT pada hari selasa (07/09/2021) ada sejumlah Mobil yang mengangkut Pasir di Pantai Wisata Desa Faifua Kecamatan Rote Timur
ada satu Dump Truck yang berhasil ditemui dilokasi adalah dump Truck dengan Nomor Polisi DH 8224 G diduga milik Beni Tulle mengangkut Pasir di Pantai Wisata Desa Mukekuku Kecamatan Rote Timur

Kepada Sindo-NTT.id, Sopir Dump Truck enggan menyebutkan namanya mengakui kalau Mobil yang mengangkut pasir itu milik Beni Tulle,
“Iya ini mobil Beta yang sopir, ini mobil punya Beni Tulle”, ucap Sopir
Sopir yang enggan menyebutkan namanya itu menjelaskan kalau pihaknya membeli pasir satu reit di pengumpul pasir dengan harga Rp 350.000 dan di jual kembali di sekitaran Kota Baa kecamatan Lobalain dengan Harga berkisar Rp 1.500.000
“Kita beli satu reit di pengumpul harganya Rp 350.000 dan di jual kembali di Baa sekitar Rp 1.500.000”, ucapnya.

Kapolsek Rote Timur IPDA Daniel Bessie sudah dihubungi Sindo-NTT terkait dugaan ilegal minig tersebut, namun hingga saat belum ada penjelasan apapun, (Nasa/Ito)
