Para Pelaku Perusakan Pintu Pengadilan Tak Jera, GMP Kembali Gelar aksi

Avatar photo

Thursday, 5 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Aksi massa pendukung Erasmus Frans Mandato (EFM) kembali mengarah ke Gedung Pengadilan Negeri Rote Ndao. Padahal, kelompok massa yang sama sebelumnya sempat terlibat dalam aksi anarkis dengan merusak fasilitas negara, termasuk pintu gedung pengadilan

Rencana aksi lanjutan tersebut diketahui melalui surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Kapolres Rote Ndao. Surat itu dilayangkan oleh Gerakan Masyarakat Pesisir (GMP) yang dikoordinir oleh Hendra Hangge selaku Koordinator Umum

Dalam surat bernomor 008/GMP/IX/2026, GMP menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap EFM yang saat ini berstatus sebagai terdakwa dalam perkara hukum yang sedang berjalan

“Kami yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pesisir memberitahukan bahwa akan melakukan aksi demonstrasi,” tulis Hendra Hangge dalam surat tertanggal 5 Februari 2026

Aksi tersebut direncanakan berlangsung pada Kamis (5/2/2026) di depan Pengadilan Negeri Rote Ndao

Namun, rencana aksi ini memicu kekhawatiran publik. Pasalnya, pada sidang praperadilan tahun lalu, massa pendukung EFM juga melakukan demonstrasi yang berujung ricuh. Karena merasa tidak puas, massa saat itu menerobos barikade aparat kepolisian, menyegel gedung pengadilan, serta merusak sejumlah fasilitas negara, termasuk pintu gedung

Akibat insiden tersebut, kerusakan fasilitas negara dilaporkan dan hingga kini masih dalam proses penyidikan oleh Polres Rote Ndao

Dengan rekam jejak aksi sebelumnya yang berujung perusakan, rencana demonstrasi lanjutan GMP ini kembali menyorot aspek keamanan serta perlindungan terhadap fasilitas negara dan jalannya proses hukum tanpa tekanan massa. (tim/nasa)

Baca Juga:  Satu Desa di Rote Ndao dianugerahi Penghargaan Terbaik Paritrana Award

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02