Di Sidang Terdakwa Mus Frans, Kesaksian Eks Kades Bo’a “Itu Kebohongan”

Avatar photo

Thursday, 26 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Jublina Libing atau yang akrab disapa Mama Dina secara tegas membantah keterangan yang disampaikan Eks Penjabat Kepala Desa (Kades) Bo’a Stefanus Mbatu dalam persidangan kasus Hoaks Terdakwa Erasmus Frans Mandato (Mus Frans) di Pengadilan Negeri Rote Ndao, Kamis (12/2/2026)

Dalam surat pernyataan klarifikasi dan bantahan yang diterima wartawan, Jumat (13/2/2026), Jublina menyatakan bahwa keterangan Stefanus Mbatu yang menyebut dirinya pernah mengeluhkan penutupan jalan oleh PT Bo’a Development adalah tidak benar dan merupakan kebohongan

Jublina menegaskan bahwa dirinya tidak pernah datang, menghadap, ataupun menghubungi Stefanus Mbatu, baik saat yang bersangkutan menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Bo’a maupun setelahnya, untuk menyampaikan keluhan terkait penutupan akses jalan menuju pantai ataupun persoalan melaut

“keterangan seperti itu tidak benar dan merupakan kebohongan,” tegas Jublina

Ia juga menyatakan tidak pernah mengalami kesulitan melaut di Pantai Oemau maupun saat memetik biji lagundi (Ai Nela), serta tidak pernah mendapat larangan dari pihak keamanan PT Bo’a Development atau pihak lainnya

Sebagaimana diketahui Aparatur Sipil Negara (ASN) Stefanus Mbatu telah dihadirkan selaku saksi Ade Charge (meringankan)terdakwa Mus Frans (tim/nasa)

Baca Juga:  Bunuh Tukang Santet di Rote Ndao, Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02