Daerah Yang Junjung Adat, Etika, Massa Pendukung Terdakwa Tidak Beretika, Serang Kehormatan Jaksa

Avatar photo

Thursday, 19 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Di Daerah yang junjung tinggi nilai adat, etika, dan martabat yakni di Rote Ndao, sebuah ironi justru tersaji di ruang publik. Wibawa hukum seakan diinjak-injak dalam aksi massa pendukung terdakwa kasus hoaks, Erasmus Frans Mandato alias Mus Frans, di depan Gedung Pengadilan Negeri Rote Ndao

Aksi tersebut terjadi bertepatan dengan agenda sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (12/3/2026)

Persidangan yang seharusnya berjalan tanpa tekanan, justru berubah menjadi panggung demonstrasi penuh intimidasi

Massa tidak hanya berteriak dan memutar musik dengan volume keras, tetapi juga membakar ban bekas yang berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di kawasan pusat pemerintahan

Lebih jauh, aksi tersebut dinilai melampaui batas. Tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mencederai kehormatan aparat penegak hukum

Salah satu momen yang memicu sorotan tajam adalah munculnya tulisan tak pantas yang secara langsung menghina Jaksa

Tulisan tersebut dibentangkan oleh seorang wanita yang merupakan bagian dari massa pendukung terdakwa Mus Frans. Aksi itu terekam kamera dan kemudian beredar luas di publik

Di dekatnya, terlihat seorang pria berdiri sambil memegang poster bergambar wajah terdakwa, seakan menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes yang diklaim sebagai kebebasan berpendapat

Namun, tulisan bernada kasar yang ditujukan kepada JPU itu dinilai bukan lagi sekadar ekspresi kebebasan, melainkan bentuk pelecehan terbuka terhadap institusi penegak hukum

Peristiwa ini pun memantik pertanyaan serius di tengah masyarakat: apakah hukum di Rote Ndao masih berdiri tegak sebagai panglima keadilan, atau mulai goyah di bawah tekanan massa di jalanan

Insiden tersebut menjadi cerminan penting bahwa kebebasan berpendapat seharusnya tetap berada dalam koridor hukum dan etika, tanpa mencederai martabat pihak lain, terlebih aparat penegak hukum yang menjalankan tugas negara (tim/nasa)

Baca Juga:  Ada 5 Figur Terbaik Berpeluang Dampingi Vico Amalo Di Pilkada Rote Ndao 2024

Berita Terkait

Polres Rote Ndao Tetapkan Danker sebagai Buronan Kasus Pengancaman, ini Ciri-ciri Fisik
Gemap di Beri Tenggat 1×24 Jam, Bongkar Blokade Jalan Di Desa Bo’a, Sekda Ambil Langkah Hukum
Polres Rote Ndao Segera tetapkan Seorang Sopir Jadi tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur
Polres Rote Ndao Tetapkan Penimbun Solar Subsidi Sebagai Tersangka, 6 Tahun Penjara
Simak, Janji di Ujung Jabatan, Kadis Koperindag Segera Bongkar Mafia BBM di Rote Ndao
Di Ujung Masa Jabatan, Kadis Koperindag Tinggalkan Catatan Buruk Kasus BBM, Hingga Lawan Bupati
Kapolres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penangkapan Buron Laka Lantas Maut
“Terima Kasih Polres Rote Ndao”, Dirjen Lapas NTT Puji Kerja Keras Tim Gabungan

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 13:39

Polres Rote Ndao Tetapkan Danker sebagai Buronan Kasus Pengancaman, ini Ciri-ciri Fisik

Monday, 25 May 2026 - 20:13

Gemap di Beri Tenggat 1×24 Jam, Bongkar Blokade Jalan Di Desa Bo’a, Sekda Ambil Langkah Hukum

Tuesday, 19 May 2026 - 20:00

Polres Rote Ndao Segera tetapkan Seorang Sopir Jadi tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur

Tuesday, 19 May 2026 - 16:20

Polres Rote Ndao Tetapkan Penimbun Solar Subsidi Sebagai Tersangka, 6 Tahun Penjara

Tuesday, 19 May 2026 - 13:27

Simak, Janji di Ujung Jabatan, Kadis Koperindag Segera Bongkar Mafia BBM di Rote Ndao

Tuesday, 19 May 2026 - 13:04

Di Ujung Masa Jabatan, Kadis Koperindag Tinggalkan Catatan Buruk Kasus BBM, Hingga Lawan Bupati

Thursday, 14 May 2026 - 22:00

Kapolres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penangkapan Buron Laka Lantas Maut

Tuesday, 12 May 2026 - 20:24

“Terima Kasih Polres Rote Ndao”, Dirjen Lapas NTT Puji Kerja Keras Tim Gabungan

Berita Terbaru