SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang perkara dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato, Kamis (10/1/2026)
Sidang yang mengagendakan pemeriksaan empat saksi dari Jaksa Penuntut Umum ini berlangsung berbeda dari sidang-sidang sebelumnya
Empat saksi fakta yang dihadirkan, yakni Samsul Bahri, Karel Mbatu, Felipus Tasi, dan Roslin, datang dengan pengawalan ketat dari massa pendukung PT Bo’a Development, perusahaan yang menjadi korban dalam perkara tersebut
Kehadiran massa pendukung ini mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat terhadap perusahaan yang dinilai telah dirugikan oleh informasi hoaks
Menariknya, massa pendukung tidak hanya berasal dari Desa Bo’a, tetapi juga datang secara sukarela dari lima kecamatan di Kabupaten Rote Ndao, yakni Kecamatan Rote Barat, Rote Barat Daya, Rote Tengah, Rote Barat Laut, dan Pantai Baru. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung jalannya persidangan sekaligus memastikan saksi memberikan keterangan tanpa tekanan
Koordinator massa pendukung PT Bo’a Development, Yopi Nggadas, dalam pernyataannya kepada wartawan usai sidang menegaskan bahwa kehadiran masyarakat lintas kecamatan merupakan bentuk kepedulian sekaligus penolakan terhadap praktik penyebaran hoaks yang selama ini meresahkan warga Desa Bo’a
“Kami hadir untuk memastikan saksi-saksi dari Desa Bo’a tidak mendapat intimidasi dari pihak mana pun. Kami juga mendukung penuh Bapak Samsul Bahri agar tetap aman dari segala bentuk ancaman pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Yopi
Yopi juga menyoroti maraknya informasi menyesatkan di media sosial yang menurutnya sangat merugikan masyarakat Desa Bo’a dan PT Bo’a Development
“Apa yang tidak pernah terjadi di desa kami justru diframing seolah-olah itu benar terjadi. Kami tegas menolak hoaks, apalagi yang terus digiring melalui akun-akun palsu di media sosial, termasuk di grup-grup tertentu,” ujarnya
Lebih lanjut, Yopi mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi dari akun anonim dan menaruh harapan besar agar PT Bo’a Development tetap bertahan dan berkontribusi bagi perekonomian warga
“Dengan segala tekanan yang dihadapi PT Bo’a Development, kami berharap perusahaan ini tetap berada di Desa Bo’a untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, baik sekarang maupun ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengaku terharu atas dukungan spontan dari masyarakat kecamatan lain yang datang tanpa diminta
“Kami sendiri kaget, ternyata ada saudara-saudara dari Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Rote Tengah, Rote Barat dan Rote Barat Laut, sampai Pantai Baru yang datang dengan keikhlasan mereka. Untuk itu kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” pungkas Yopi
Sidang ini kembali menegaskan bahwa perkara hoaks yang menyeret nama PT Bo’a Development tidak hanya menjadi urusan hukum semata, tetapi juga menyentuh langsung rasa keadilan dan masa depan ekonomi masyarakat Desa Bo’a dan sekitarnya (tim/nasa)











