Oknum yang mencatut nama Waka Polres Rote Ndao harus di Proses Hukum

Avatar photo

Monday, 25 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT ID – ROTE NDAO
Pengamat Hukum Universitas Arta Wacana  Kupang Dr. Yanto M.P. Ekon meminta agar Wakapolres Rote Ndao segera memproses hukum oknum yang mencatut namanya dalam polemik kasus Penambangan Pasir Ilegal.

Demikian disampaikan Dr. Yanto M.P. Ekon seperti dilansir oleh media libasmalaka.com Senin 25 Oktober 2021 pagi.

Dilansir libasmalaka.com, Yanto katakan jika memang benar bahwa oknum Perwira Polisi Yang meminta pasir kepada oknum yang mencatut namanya, maka harus dibuktikan kebenarannya, jika ternyata berita tersebut tidak benar maka jelas sudah mencemarkan nama baik institusi Polisi polres rote ndao,

Selain itu jikapun Oknum Perwira Polres Rote Ndao benar memesan Pasir kepada Oknum tersebut maka perlu juga dibuktikan apakah ia  meminta agar oknum yang mencatut nama tersebut mengambil pasir secara ilegal atau tidak, karena bisa saja Oknum Perwira itu hanya memesan pasir namun entah dari mana pasir itu diambil tidak diketahui oleh oknum Perwira polres rote ndao .

“yah harus ada bukti apa betul pak wakapolres minta untuk ambil pasir secara ilegal? tentu ini harus dibuktikan, jika tidak maka orang yang mencatut nama oknum itu harus bertanggung jawab” ungkap Yanto.

Lebih lanjut Yanto menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh oknum dengan mencatut nama Perwira Polres Rote Ndao telah mencederai Instansi Polri kususnya Polda NTT terlebih Polres Rote Ndao,

untuk itu pihak polres Rote Ndao perlu mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi lembaga kepolisisan kedepan.

Terhadap Oknum yang mencatut nama  Perwira tersebut, menurut Yanto dapat dikenakan UU ITE mengingat informasi tersebut telah tersebar di media sosial,
Untuk diketahui, seperti yang diberitakan F TV  sebelumnya,  nama salah satu oknum  Perwira Polres Rote Ndao disebut-sebut dalam pusaran kasus penambangan pasir ilegal di Desa Mukekuku Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga:  Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa

Menurut pengakuan pengusaha penambang pasir, Agustinus Medah bahwa Ibu Endang menyuruhnya untuk mengantar pasir kepada salah satu  perwira polres Rote Ndao, dengan diberikan imbalan uang sebesar Rp. 200.000 sebagai pengganti uang BBM dan uang pasir.

Ironisnya oknum Perwira polres Rote ndao yang dikonfirmasi media ini soal kebenaran berita tersebut justru mengaku bahwa dirinya tidak pernah meminta atau merekomendasikan  masalah pasir kepada siapapun
Kasus pencatutan nama pejabat Tinggi Polres Rote Ndao selama ini marak terjadi,

Sebelumnya kasus yang menimpa mantan Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, yang namanya diduga dicatut oleh salah seorang wartawan di Rote Ndao dan oknum wartawan tersebut telah mepertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum dengan putusan pengadilan selama 4 tahun kurungan badan.

kejadian serupa kini terjadi lagi, kali ini oknum yang bernama Endang diduga mencatut nama Perwira Polres Rote Ndao guna meloloskan pasir ilegal yang di angkut oleh Agustinus Medah itu . (Libasmalaka)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru