SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Proses Dana Bantuan untuk Korban Badai Seroja pada Tahun 2021 lalu sudah memasuki tahapan verifikasi berkas untuk segera dicairkan anggarannya sesuai dengan verikasi lapangan oleh tim teknis, dan sudah ketahui bahwa Bupati Rote Ndao Sudah terbitkan surat Keputusan (SK) tentang nama-nama yang layak menerima Bantuan seroja di setiap Desa,
Namun Ironisnya Surat Keputusan (SK) Bupati Rote Ndao tentang nama-nama yang layak menerima bantuan itu mendapat perlawanan dari Pemerintah Desa Daudolu Kecamatan Rote Barat Laut, Sekretaris Desa Daudolu diduga melawan Surat Keputusan Bupati Rote Ndao dengan cara mengganti nama 4(empat) orang penerima Bantuan Seroja yang sudah melalui verifikasi lapangan
“Desa daudolu, Dusun Laki Markus Sopa dan Marike Sopa, Dusun Manumolo Sadrak Raga, Dusun Faudolu sarlenci Busu, Nama-nama mereka ada dalam SK Bupati namun di gantikan dan digantikan dengan orang lain,” Kata Sumber Terpercaya Kepada Sindo-NTT yang enggan menyebutkan namanya pada hari Minggu (19/06/2022)
Sumber yang selaku Anggota DPRD Rote Ndao itu mengatakan data nama penerima Bantuan seroja yang sudah diterbitkan dalam surat Keputusan Bupati tidak bisa digantikan dengan alasan apapun, dikarenakan data itu sudah melalui verikasi awal, tinjauan Lokasi hingga pada tahapan persiapan pencairan
“Data penerima Bantuan seroja tidak bisa digantikan dengan alasan apapun, Sekarang Di Daudolu entah Sekretaris Desa Pake rujukan apa, dia gantikan nama empat orang penerima Bantuan Seroja, meraka ganti dengan alasan kalau meraka sudah pernah terima bantuan, ini orang dong tidak pernah terima bantuan dari manapun, hanya pernah terima sembako dari Vico Amalo, ini artinya Sekretaris batalkan SK Bupati, lawan Bupati,” Tegas Anggota DPRD Rote Ndao itu
Salah satu penerima Bantuan yang namanya digantikan Secara Sepihak, Markus Sopa Ketika dihunungi via Ponsel Genggamnya, Minggu (19/06/2022) mengatakan dari awal itu rumahnya diverifikasi, namun hingga pada tahapan verifikasi berkas namanya dihilangkan tanpa alasan yang jelas
“Dari awal rumah saya di foto langusng oleh sekretaris Desa, dan katanya ibu saya Marike Sopa sudah dapat rumah bantuan jadi tidak dapat lagi, ruamh saya rusaj di bagian belakang,” ujar Markus Sopa
Hingga saat ini Pemerintah Desa Daudolu maupun Sekretaris Desa Miksar Seuk belum berhasil dihubungi tentanga masalah tersebut, (Nasa)











