Dalil Gugatan Praperadilan Lemah, “Calon Tersangka Mus Frans Tidak Memiliki Hak Ajukan Bukti

Avatar photo

Friday, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mikhael Feka

Foto : Mikhael Feka

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali Gelar Sidang Praperadilan kasus Penyebaran informasi Bohong dengan tersangka Erasmus Frans Mandato (Mus Frans) pada Jumat, (25/9/2025)

Sidang Praperadilan dengan Agenda Pemeriksaan Saksi Ahli Atas nama Dr. Mikhael Feka, S.H.,M.H

Dalam keterangannya di sidang Saksi Ahli Mikhael Feka menerangkan seorang Calon Tersangka yang menjalani proses hukum di tangan Penyidik Kepolisian tidak memiliki hak untuk mengajukan saksi meringankan (Ade Charger) kalau terlapor belum berstatus sebagai tersangka

“calon tersangka belum memiliki hak untuk mengajukan alat bukti,” kata Mikhael Feka kepada wartawan usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Rote Ndao

Menurut Saksi Ahli Mikhael Feka, belum ada aparat penegak hukum, KPK Sekalipun dalam penyidikan belum ada format panggilan atau pemeriksaan seorang sebagai calon tersangka,

“pasal 65 kuhap berbunyi,seorang menyiapkan saksi Ade charger atau meringan bagi dirinya ketika berstatus sebagai tersangka atau terdakwa, tahapan ini telah dilakukan oleh penyidik dalam kasus ini, semua aspek formil yang diterapkan penyidik telah sesuai prosedur hukum,” tegas Mikhael

Keterangan saksi Ahli Mikhael Feka ini dengan sendiri membantahkan atau melemahkan salah satu Poin gugatan Praperadilan dari Tersangka Mus Frans

yang dalam dalil Gugatan Pemohon dalam hal ini Mus Frans sebagai tersangka menyatakan Polres Rote Ndao tidak pernah memeriksa Mus Frans sebagai Terlapor/Calon
Tersangka dan tidak diberikan kesempatan untuk mengajukan bukti-bukti yang berimbang oleh Polres Rote Ndao (tim/nasa)

Baca Juga:  Pemutusan Kontrak Kerja "Cv. Five R" Diduga Adanya Tindak Pidana Korupsi

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02