Herman Herry : Kasus Pembunuhan Berencana Didiamkan 4 Tahun. ” Masalah Persaingan Politik “

Avatar photo

Friday, 7 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM, ROTE NDAO-
Ketua Komisi Hukum DPR RI (Komisi III) Herman Herry bersama rombongan Komisi III DPR RI berkunjung ke Polda NTT, Kamis 06 Februari 2020 dalam rangka berdiskusi terkait sejumlah kasus yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan salah satunya kasus Pembunuhan Berencana Pj Kepala Desa Lidor Yoppy O Hilly yang terjadi awal tahun 2016.

Ketua Komisi Hukum DPR RI Herman Herry ketika menghubungi wartawan via Whatsapp, Kamis (06/02/2020) mengatakan dirinya sudah mendapatkan Penjelasan Kalau Kasus Pembunuhan yang menewaskan Pj Kepala Desa Lidor Yoppy O Hilly pada tahun 2016 yang lalu itu terkait masalah Politik Pemilihan Kepala Desa,Karena itu ia meminta masalah ini jangan dijadikan alat Politik.

“Kami sudah mendapat Penjelasan kasus ini soal Persaingan Pemilihan Kepala Desa, jadi kasus ini jangan dijadikan alat Politik”,ungkap Herman Herry.

Herman Herry menjelaskan dirinya sudah mendapat Penjelasan dan dijadikan sebagai Kesimpulan rapat kemudian Kapolda NTT lakukan Penyelidikan untuk mencari alat bukti baru

“Sudah, kami jadikan kesimpulan rapat, untuk kasus tersebut di lakukan penyelidikan oleh kapolda untuk mencari alat bukti baru, kami tugaskan Polisi mencari alat bukti”, tegas Herman Herry Kepada Wartawan

Berbeda dengan Kabid Humas Polda NTT AKBP Johannes Bangun Ketika dihubungi via Pesan Whatsapp, Kamis (06/02/2020) sekitar Pukul 16.38 wita mengatakan Komisi Hukum DPR RI berdiskusi dengan Polda NTT, Kajati NTT, Kantor Wilayah Hukum dan Ham NTT terkait terjadinya tindak Pidana Perdagangan Orang di Provinsi Nusa Tenggara Timur

” Komisi 3 (Tiga) audince dengan Polda, Kajati dan kanwil Kumham dengan sasaran tindak pidana perdagangan orang di NTT”, ungkap Yohannes Bangun.

Ketua DPD Partai Perindo Kab. Rote Ndao Arkhimes Molle. Mengatakan, otak dan eksekutor kasus pembunuhan berencana tersebut telah didiamkan selama empat tahun.

Hal ini kemudian Ketua DPC PDIP Kab. Rote Ndao  Denison Moy,ST. melaporkan ke Komisi III untuk mendapat dukungan politis dan hukum dalam proses selanjutnya, tetapi jika hal ini menghasilkan kesimpulan baru dari
Pertemuan Komisi III DPR RI bersama Pihak Polda NTT. “Soal mencari bukti baru dan kasus itu kasus politik” adalah hal yang patut di pertanyakan. Kata Molle

Menurut. Molle, Kasus tersebut bukan kasus politiknya dikambing hitamkan dalam tindakan hukum tapi fakta kasus itu adalah tindak pidana pembunuhan berencana yang terkesan ada indikasi pembiaran dalam tindak hukum sudah 4 tahun tidak menyentuh  perencana dan eksekutor yang kini DPO Polres.

Karenanya. Kata Molle, dengan nada tanya apakah kasus politik yang kemudian terjadi perencanaan yang menghilangkan nyawa orang itu dibiarkan ? Kemudian Eksekutor yang menjadi DPO sudah  sejauhmana upaya polisi menangkapnya sementara 3 orang lainya sedang di vonis PN Rote Ndao dan telah berkuatan hukum tetap. Tandasnya.

Kemudian  bukti baru yang dimaksud  itu seperti apa sementara dalam amar putusan PN Rote Ndao  telah menyebut 7 orang perencana dalam kasus ini. Tambahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan rapat kunjungan kerja Komisi Hukum DPR RI di Polda NTT di hadiri Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo,S.Ik, M.SI.(Tim/Nasa)

Baca Juga: Oknum ASN Bagian Umum Diduga Tak Berkantor 3 Tahun, Gaji Tetap Lancar
Baca Juga: Kontraktor Gunakan Material Ilegal Untuk Pekerjaan Proyek Miliaran Rupiah Di Rote Ndao
Baca Juga: Polisi Lidik Pelaku dan Motif Kasus Pembunuhan Di Rote Ndao

Berita Terkait

Polres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penanganan Kerang Lola, Tanpa Dokumen Perizinan
SPBU Metina Disorot, Polres Rote Ndao Pastikan Penyaluran Solar Sesuai Ketentuan
Dorong Wartawan Hingga Terjatuh, Dua Orang ASN Dinas Pendidikan di Polisikan
Tetapkan Tersangka, Polres Rote Ndao Proses Restitusi, Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur
Kasus Pengrusakan Gerbang DPRD Terus Bergulir, Polres Rote Ndao Dalami Bukti
Klarifikasi : Sekretaris DPRD Sudah di Periksa Polres Rote Ndao, Lanjut Pemeriksaan Saksi
Sudah Empat Bulan, Sekretaris DPRD Belum Menghadap Panggil Polres Rote Ndao
Gelar Perkara Rampung, Polda NTT Temukan Dugaan Tindak Pidana dalam Kasus dr. Icha
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 17:19

Polres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penanganan Kerang Lola, Tanpa Dokumen Perizinan

Monday, 7 September 2026 - 17:44

SPBU Metina Disorot, Polres Rote Ndao Pastikan Penyaluran Solar Sesuai Ketentuan

Monday, 31 August 2026 - 13:18

Dorong Wartawan Hingga Terjatuh, Dua Orang ASN Dinas Pendidikan di Polisikan

Thursday, 27 August 2026 - 10:45

Tetapkan Tersangka, Polres Rote Ndao Proses Restitusi, Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur

Wednesday, 19 August 2026 - 19:15

Kasus Pengrusakan Gerbang DPRD Terus Bergulir, Polres Rote Ndao Dalami Bukti

Tuesday, 18 August 2026 - 18:46

Klarifikasi : Sekretaris DPRD Sudah di Periksa Polres Rote Ndao, Lanjut Pemeriksaan Saksi

Tuesday, 18 August 2026 - 14:52

Sudah Empat Bulan, Sekretaris DPRD Belum Menghadap Panggil Polres Rote Ndao

Friday, 24 July 2026 - 10:36

Gelar Perkara Rampung, Polda NTT Temukan Dugaan Tindak Pidana dalam Kasus dr. Icha

Berita Terbaru