Inspektorat Periksa Para Nakes Puskesmas Oelaba, “Temuan Penyalagunaan Anggaran Belanja”

Avatar photo

Tuesday, 19 March 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Inspektur Inspektorat Kabupaten Rote Ndao Arkalaus H. Lenggu, S.Pd, M.Si mengakui kalau Tim Auditor telah memeriksa Kepala Puskesmas (Kapus) Oelaba dan semua para Tenaga Kesehatan (Nakes) minggu lalu terkait pengelolan semua pos Anggaran

“Tim Auditor sudah periksa Kepala Puskesmas dan semua Nakes di Puskesmas Oelaba, minggu lalu,” Kata Arkalaus Lenggu Kepada Sindo-NTT.com, ketika dihubungi via Ponsel Genggamnya, Selasa (19/03/2024)

Dikatakan Arkalaus Lenggu, pemeriksaan terhadap para Tenaga Kesehatan (Nakes) dipuskesmas Oelaba Kecamatan Loaholu merupakan buntut dari kasus puskesmas Batutua yang sempat viral waktu lalu,

“Bukan Hanya puskesmas Oelaba saja yang periksa, semua sudah di periksa hanya Ndao Nuse yang belum, ini antisipasi jangan sampai terjadi kasus serupa di puskesmas Batutua,” Ujar Arkalaus

Diakui Arkalaus Lenggu, dari Hasil Audit itu, ditemukan adanya dugaan Penyalagunaan Anggaran belanja sekitar belasan Juta Rupiah

“Ada temuan Belanja apa Ko, saya lupa, itu sekitar Belasan Juta Rupiah, kita keluarkan Rekomendasi untuk di Ganti, dan sudah di setor kembali oleh kepala Puskesmas dan bendara minggu lalu,” Unkap Arkalaus

Diberitakan sebelumnya di laman Portalntt.com dengan judul “Diduga Ada Pungli Di Puskesmas Oelaba, Tunjangan Nakes Selalu Dipotong”

Dugaan Kasus Pungli mulai marak terjadi menimpa para Nakes (Tenaga Kesehatan) di Kabupaten Rote Ndao. Setelah sebelumnya viral diberitakan media terkait dugaan pungli di Puskesmas Batutua, kini hal yang serupa ternyata juga terjadi di Puskesmas Oelaba.

Hal tersebut mulai terkuak usai media ini mendapatkan informasi dari salah seorang Nakes di Puskesmas Oelaba, Kecamatan Loaholu, bahwa tunjangan para nakes disana juga selalu di potong sebesar 5%, baik dari tunjangan JKN maupun Tunjangan BOK.

Baca Juga:  SMAN 1 Rote Tengah dan PT Bo'a Development Gaungkan Cinta Literasi Budaya, Menumbuhkan Harapan

Kepada media ini, Nakes yang enggan menyebut namanya itu menceritakan bahwa apa yang terjadi di Puskesmas Batutua, sebenarnya juga terjadi di Puskesmas Oelaba.

Nakes itu mengaku bahwa mereka juga merasa resah, karna uang tunjangan jasa untuk mereka yang nilainya kecil, tapi masih saja di potong untuk kebutuhan yang sesungguhnya sudah ada anggarannya dalam RAB.

“Katong uang jasa su kecil, masih di potong untuk hal yang tidak jelas. Potongan 5% itu di pakai belanja kebutuhan yang ada di RAB JKN. Kan lucu, sonde pakai uang operasional tapi pakai katong pung uang potongan. permasalahannya uang operasionalnya itu dimana ?,” jelas seorang Nakes Puskesmas Oelaba.

Lebih lanjut, Nakes itu juga menjelaskan bahwa dirinya bersama Nakes yang lain juga sudah mempertanyakan hal tersebut pada Bendahara Puskesmas Oelaba, namun pertanyaan mereka tidak digubris.

“Katong sudah bahas di rapat, minta Bendahara JKN paparkan keuangan operasianal, belanja apa saja. Dia (Bendahara) sonde mau. (Bendahara) bilang yang berhak tanya untuk paparkan Orang Dinas (Kesehatan) bukan katong (Nakes Puskesmas),” lanjut Nakes Puskesmas Oelaba, menjelaskan.

Nakes itu juga mempertanyakan tentang biaya operasional sebesar 40% dari total Dana JKN yang diperuntukkan untuk operasional puskesmas.

“Anggarannya ada dan di realisasi tapi bukti fisik di puskesmas tidak kami rasakan. Bukti fisik tidak ada di puskesmas, sedangkan (anggaran) di realisasikan semua, sisa saldo nol,” ujar Nakes Puskesmas Oelaba.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Oelaba drg. Deasi Mayavira Ledoh saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, membantah hal tersebut.

“Mengenai pemotongan JKN dan BOK 5% itu tidak ada, terimakasih,” jawab drg. Deasi Mayavira Ledoh, Kepala Puskesmas Oelaba.

Baca Juga:  DPR - RI  Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di pulau terselatan Indonesia

Untuk diketahui bahwa sesuai data yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya, besaran dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Oelaba untuk tahun anggaran 2023 adalah sebesar Rp 754.957.246, yang dibagi 60% untuk Jasa Pelayanan, yakni sebesar Rp 452.974.369. Sedangkan 40% diperuntukkan bagi Biaya Operasional adalah sebesar Rp 301.982.877. (Nasa)

Berita Terkait

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?
Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao
Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa
Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit
Disorot, Konsultan : Proyek Miliaran Rupiah SMA Rote Selatan Bisa Lakukan Perubahan Volume
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Thursday, 1 October 2026 - 17:12

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Thursday, 1 October 2026 - 12:07

Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa

Wednesday, 30 September 2026 - 11:35

Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit

Sunday, 27 September 2026 - 21:57

Disorot, Konsultan : Proyek Miliaran Rupiah SMA Rote Selatan Bisa Lakukan Perubahan Volume

Sunday, 27 September 2026 - 18:32

SMSI NTT Minta Kapolres TTU Baca Kembali Rekomendasi Dewan Pers

Berita Terbaru