Postingan Mus Frans dinilai Salah, Menimbulkan Kerusuhan

Avatar photo

Sunday, 7 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Penjabat Kepala Desa Bo'a Amelia Nggadas

Foto : Penjabat Kepala Desa Bo'a Amelia Nggadas

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Polemik tuduhan terhadap PT. Bo’a Development menutup Akses Jalan menuju Destinasi Wisata Pantai Bo’a melalui Unggahan Facebook Erasmus Frans Mandato mendapat tanggapan serius dari Penjabat Kepala Desa Bo’a Amelia Nggadas

Penjabat Kepala Desa Amelia Nggadas menilai apa yang dilakukan Mantan Anggota DPRD Erasmus Frans Mandato yang menuduh PT. Bo’a Development menutup akses ke Destinasi Wisata adalah tindakan yang salah, dan tidak benar

“Kalau yang sementara beredar dan viral di media sosial, segala macam itu pada lapangannya tidak seperti itu, terkait postinggn itu memang salah,” kata Amelia Nggadas kepada wartawan, Minggu (07/9/2025)

Menurut Amelia Nggadas, semestinya Erasmus Frans Mandato turun langsung ke lapangan untuk mengkaji dulu benar ada Penutupan akses jalan atau tidak?

“seharusnya beliau coba datang kaji dulu kebenarannya, kita bicara sesuatu itu sesuai fakta, data real yang ada di lapangan, ternyata ada akses jalan,” ujar Amelia Nggadas

Sementara Sekretaris Desa (sekdes) Otfianus Nggadas yang mendampingi Kepala Desa menambahkan kalau akibat dari Postingan dari Mus Frans yang tidak sesuai fakta lapangan menimbulkan Kerusuhan, dimana beberapa warga desa Bo’a yang bekerja sebagai security di PT. Bo’a Development mendapat ancaman

“katanya postingan Mus Frans itu, tidak ada kerusuhan, lewat postingan itu, ada beberapa anak-anak sekuriti di situ pernah dapat ancaman, itu sudah menimbulkan kerusuhan,” tegas Otfianus Ngadas

Perlu diketahui saat ini Erasmus Frans Mandato ditahan di Polres Rote Ndao sebagai tersangka penyebaran Berita bohong (ITE) atas laporan Samsul Bahri selaku penerima Kuasa PT. Bo’a Development (tim/nasa)

Baca Juga:  CV. Molidadi diduga Pengadaan Material Tidak Sesuai Spek, untuk Pekerjaan Proyek irigasi Senilai Rp 1, 4 Miliar di Rote Timur

Berita Terkait

Di Tengah Isak Tangis Keluarga, Kapolres Rote Ndao Kawal Jenazah Korban Penembakan di Papua
Polres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penanganan Kerang Lola, Tanpa Dokumen Perizinan
SPBU Metina Disorot, Polres Rote Ndao Pastikan Penyaluran Solar Sesuai Ketentuan
Dorong Wartawan Hingga Terjatuh, Dua Orang ASN Dinas Pendidikan di Polisikan
Tetapkan Tersangka, Polres Rote Ndao Proses Restitusi, Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur
Kasus Pengrusakan Gerbang DPRD Terus Bergulir, Polres Rote Ndao Dalami Bukti
Klarifikasi : Sekretaris DPRD Sudah di Periksa Polres Rote Ndao, Lanjut Pemeriksaan Saksi
Sudah Empat Bulan, Sekretaris DPRD Belum Menghadap Panggil Polres Rote Ndao

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 18:47

Di Tengah Isak Tangis Keluarga, Kapolres Rote Ndao Kawal Jenazah Korban Penembakan di Papua

Tuesday, 8 September 2026 - 17:19

Polres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penanganan Kerang Lola, Tanpa Dokumen Perizinan

Monday, 7 September 2026 - 17:44

SPBU Metina Disorot, Polres Rote Ndao Pastikan Penyaluran Solar Sesuai Ketentuan

Monday, 31 August 2026 - 13:18

Dorong Wartawan Hingga Terjatuh, Dua Orang ASN Dinas Pendidikan di Polisikan

Thursday, 27 August 2026 - 10:45

Tetapkan Tersangka, Polres Rote Ndao Proses Restitusi, Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur

Wednesday, 19 August 2026 - 19:15

Kasus Pengrusakan Gerbang DPRD Terus Bergulir, Polres Rote Ndao Dalami Bukti

Tuesday, 18 August 2026 - 18:46

Klarifikasi : Sekretaris DPRD Sudah di Periksa Polres Rote Ndao, Lanjut Pemeriksaan Saksi

Tuesday, 18 August 2026 - 14:52

Sudah Empat Bulan, Sekretaris DPRD Belum Menghadap Panggil Polres Rote Ndao

Berita Terbaru