Kesbangpol Tegaskan GEMAP ‘Ilegal’, Aksi Demo Bisa Diusir

Avatar photo

Friday, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Aksi demonstrasi yang digelar kelompok Gerakan Masyarakat Pesisir (GEMAP) di depan Kantor Bupati Rote Ndao pada Jumat (21/11/2025) memunculkan sorotan baru

Pasalnya, kelompok yang dipimpin koordum Hendra Hangge itu diduga tidak terdaftar secara resmi sebagai organisasi kemasyarakatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Rote Ndao.

Aksi tersebut hanya diikuti oleh sekitar belasan orang yang mengatasnamakan GEMAP, pada hal di surat pemberitahuan ke Polres Rote Ndao dengan estimasi masa yang hadir 1.000 orang

Namun, menurut Sekretaris Kesbangpol Rote Ndao, Nusry Efraim Zacharias, SE, kelompok ini tidak memiliki legalitas sebagai organisasi yang terdaftar

“GEMAP tidak terdaftar di sini,” ujar Nusry,” ujarnya

Dalam keterangannya, Nusry menegaskan bahwa secara aturan, aksi dari organisasi yang tidak terdaftar dapat dibubarkan atau diusir, namun kewenangan tersebut berada di tangan aparat kepolisian.

“Mereka sebenarnya kita usir dari sini, hanya saja tindakan itu harus dari kepolisian,” ungkapnya

Ia juga memastikan bahwa pihaknya telah menyampaikan data lengkap terkait seluruh ormas yang terdaftar di Kesbangpol kepada pihak kepolisian sebagai dasar penanganan selanjutnya

“Total Keseluruhan, 43 Organisasi
Yayasan: 17 terdiri dari daftar mulai Yayasan Al Arief Cendekia Rote hingga Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia) dan ​Jumlah LSM/NGO & Organisasi Lainnya: 26 Terdiri dari daftar mulai Surf Aid hingga Paguyuban Atoin Meto,” tegas Nusry Zacharias (tim/nasa)

Baca Juga:  Orangtua Siswa Kecewa, Gedung SD GMIT Hutu Rusak Selama 11 Tahun, Dinas PKO Fokus Bangun Paud Di Ne'e

Berita Terkait

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terbaru